Titian perjalanan yang panjang telah tertinggal di belakangku,entah berapa jauh lagi perjalanan di depan yang harus saya tempuh.
Saya senantiasa teguh kaki dan jemari tangan,hati nan sabar serta jiwa yang tegar.Namun ada kalanya gemetar dan ketakutan menghantui jiwa ini...
Dengan segala keterbatasan yang menghipit.Pada masa sama saya rasakan bagai mimpi ngeri yang tak akan pernah berakhir.
Sementara...Ibu dan Anaknya...menangis...tertatih...mereka hanya mampu menghitung hari,serta menyusun jemari panjatkan sebuah Do'a pada Illahi...memohon pada Allah... Dengan harapan semoga Allah...bermurah rizki pada mereka dan suami yang amat disayangi.
Saya menyadari sebagai seorang suami dan jua seorang ayah...seharusnya berada disisi mereka.Namun dengan keadaan selama ini,kasih sayang yang seharusnya mereka dapatkan...telahpun terampas oleh sang waktu dan jarak yang cukup jauh.
Namun...saya percaya dan berharap suatu hari nanti akan terbina sebuah keluarga kecil bahagia,dengan segala kekuasaan Illahi Rabbi. Amiin...